Pemain Ini Punya KTP Ganda? Fakta Nyeleneh Dunia Bola 2025!

Dunia sepak bola selalu punya cerita unik yang bikin geleng kepala. Mulai dari selebrasi absurd, sampai kisah pemain yang mendadak viral karena hal tak biasa.
Identitas Sosok Dengan KTP Ganda?
Atlet yang tengah jadi sorotan adalah Jonas Meireles, talenta pemain bertahan yang mengklaim berusia 23 tahun. Cortez lahir di dua negara, yaitu Paraguay dan Brasil. Masalah naik ke permukaan ketika dokumen resmi yang digunakan untuk registrasi berbeda di dua tempat tersebut.
Bagaimana Ada KTP Ganda?
Sejumlah pihak mengungkap kemungkinan Cortez memanfaatkan data berbeda demi keuntungan kompetisi. Beberapa spekulasi menyebut, tanggal lahir asli tidak masuk U-23, dan dibuat versi lain agar bisa masuk tim di level usia tertentu. Strategi semacam ini sebetulnya bukan hal baru dalam dunia sepak bola internasional.
Pihak Terkait Resmi Investigasi
Sesaat setelah kasus ini muncul di media, badan otoritas langsung mengaktifkan unit penyelidikan guna mencari tahu fakta dari dugaan identitas ganda kasus ini. Klub terkait juga ditekan membuka dokumen asli seputar identitas administratif pada musim kompetisi.
Tanggapan Netizen Serta Komunitas Sepak Bola
Dalam hitungan jam, kasus ini seketika meledak di media sosial. Topik #KTPGanda menjadi bahasan utama di X. Beberapa akun mengkritik sistem administrasi yang dinilai, sementara fans terpecah antara yang mendukung dan yang menuntut sanksi.
Efek Karier Kalau Terbukti Bersalah
Kalau Cortez dinyatakan menggunakan dokumen palsu, hukuman yang akan diberlakukan cukup berat. Termasuk skorsing bahkan denda besar baik pemain maupun klub yang terlibat. Selain itu, regulasi di sepak bola pasti disempurnakan agar kasus serupa tak lagi terjadi lagi.
Apakah Kasus Sejenis Pernah Terjadi?
Faktanya, ini bukanlah yang pernah terjadi. Sebelumnya, beberapa pemain sepak bola sudah dituduh kasus usia palsu, terbanyak di turnamen pemuda. Dengan kata lain, pengaturan administrasi pemain masih perlu dibangun dengan teknologi di dunia sepak bola modern seperti sekarang.
Kesimpulan
Kasus dua negara menjadi realita bahwa ekosistem bola masih lepas dari masalah hukum. Walau tampak sepele, konsekuensinya berpotensi mengguncang nama baik pemain sampai citra olahraga itu sendiri.






