Rico Waas Mengajak Generasi Muda Ubah Masjid Baiturrahman Menjadi Benteng Perlindungan dari Bahaya Gadget dan Narkoba

Pada suatu acara Safari Ramadan Spesial Nuzulul Qur’an dan Pembukaan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H, yang diselenggarakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Medan di Masjid Baiturrahman, Rico Waas tampil sebagai pembicara. Sebuah ajakan penting disampaikannya di hadapan para hadirin, termasuk camat dan lurah, dan pengurus masjid.
Mengubah Masjid Menjadi Benteng Perlindungan
Rico Waas menyoroti dua isu yang cukup mengkhawatirkan di Kota Medan, yakni ketergantungan masyarakat terhadap gadget dan ancaman narkoba. Beliau berpendapat bahwa ketergantungan gadget telah merusak hubungan antarmanusia dan mendorong masyarakat untuk tidak mengabaikan orang-orang di sekitar mereka hanya karena terlalu asyik dengan ponsel mereka.
Lebih dari itu, Rico Waas juga menyerukan agar masjid dijadikan sebagai benteng perlindungan bagi generasi muda dari bahaya gadget dan narkoba. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan ruang untuk berekspresi secara positif dan masjid dapat menjadi tempat yang tepat untuk itu.
Ajakan Untuk Aktif di Masjid
“Anak-anak kita, bahkan kita orang tua, terkadang terlalu asyik dengan HP masing-masing. Ini harus kita batasi agar hubungan sosial tetap terjaga,” ujar Rico Waas, mengingatkan semua pihak tentang bahaya ketergantungan gadget.
Rico juga menekankan peran penting BKPRMI Kota Medan dan pengurus BKM untuk menjadikan masjid sebagai safe house atau benteng pertahanan bagi anak muda. “Ajak anak-anak muda kita berkegiatan di masjid. Jangan sampai mereka lari ke hal-hal negatif karena tidak ada ruang untuk berekspresi secara positif,” imbuhnya.
Pendidikan Agama dan Akhlak Sejak Dini
Rico Waas menambahkan bahwa pendidikan agama dan akhlak sejak dini merupakan fondasi utama dalam menyongsong Generasi Emas 2045. Oleh sebab itu, beliau mengapresiasi kegiatan pesantren kilat Ramadan 1447 H yang dibuka di Masjid Baiturrahman, sebab kegiatan semacam ini sangat penting untuk membangun karakter anak bangsa.
Profesionalisme dalam Melaksanakan Tugas
Tidak hanya bicara soal agama, Rico Waas juga memberikan instruksi keras kepada jajaran aparat pemerintah yang hadir. “Jangan ada lagi pungutan liar (pungli) dalam pengurusan administrasi. Bekerjalah secara profesional karena tugas kita adalah melayani rakyat,” tegasnya.
Apresiasi Terhadap Pengurus BKM Masjid Baiturrahman
Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga memberikan apresiasi ke pengurus BKM Masjid Baiturrahman dengan menyerahkan sepaket bantuan Al-Qur’an. Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pengurus BKM Masjid yang telah menjalankan program pemberdayaan ekonomi, sehingga Masjid Baiturrahman tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi tempat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Kontribusi BKM Masjid Baiturrahman
Ketua BKM Masjid Baiturrahman, Muammar BM, dalam sambutannya memaparkan sejumlah program yang telah berjalan di Masjid Baiturrahman, antara lain:
- Pemberian santunan bulanan bagi yatim piatu dan dhuafa,
- Pemberdayaan remaja melalui pembangunan balai kopi sebagai wadah ekonomi anak muda,
- Magrib mengaji dan pesantren kilat bagi anak-anak di Medan Denai,
- Pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah setiap tiga bulan.
Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting di Kota Medan, termasuk Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Sumatera Utara, H. Syafrizal Harahap, dan Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Medan, Bapak H. Hamzah H Siregar.