Pemain Ini Punya KTP Ganda? Fakta Nyeleneh Dunia Bola 2025!

Dunia sepak bola selalu punya cerita unik yang bikin geleng kepala. Mulai dari selebrasi absurd, sampai kisah pemain yang mendadak viral karena hal tak biasa.
Identitas Pemain Penuh Misteri?
Bintang lapangan yang tengah jadi sorotan adalah Luis Javier Cortez, seorang pemain muda dengan usia 22 tahun. Cortez terdaftar di dua tempat berbeda, yang mencurigakan adalah Pantai Gading dan Prancis. Tuduhan jadi sorotan karena data identitas yang tersebar untuk keperluan turnamen berbeda di masing-masing negara.
Kenapa Punya Dua Identitas?
Banyak pengamat menilai bahwa Cortez memanfaatkan KTP ganda untuk memenuhi syarat usia. Misalnya, identitas asli sudah tidak eligible, sehingga dipakai versi lain agar bisa berkompetisi di level usia tertentu. Hal ini sebetulnya bukan fenomena baru di ekosistem sepak bola profesional.
Federasi Resmi Tindak Lanjut
Sesaat setelah berita ini menjadi pembahasan, federasi sepak bola dunia segera mengaktifkan departemen khusus guna mencari tahu fakta tentang dugaan data ganda yang bersangkutan. Federasi bahkan ditekan menyerahkan data resmi yang mendukung proses pendaftaran pada musim kompetisi.
Reaksi Netizen Termasuk Komunitas Sepak Bola
Tak butuh waktu lama, berita ini spontan meledak di media sosial. Hashtag #DoubleIDPlayer muncul sebagai topik teratas di Twitter. Beberapa akun mengkritik sistem administrasi yang dianggap, sementara penggemar terpecah antara yang membela atau yang menginginkan kejelasan.
Dampak Karier Jika Terbukti Bersalah
Jika Cortez secara sah mendaftarkan dokumen palsu, hukuman yang bisa diterima bisa serius. Bisa berupa skorsing hingga hukuman finansial baik pemain dan juga tim yang menaunginya. Tak cuma itu, prosedur administratif di sepak bola juga bisa disempurnakan demi kejadian ini tidak akan terulang.
Bisakah Ini Bukan Kasus Pertama?
Perlu diketahui, kasus ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, berbagai pemain sepak bola pernah tersandung identitas fiktif, terbanyak di turnamen pemuda. Jelaslah bahwa, pengaturan identitas atlet belum cukup diperketat di dunia olahraga profesional yang makin maju.
Penutup
Kasus dua negara adalah realita kalau lingkup olahraga masih bebas dari isu administratif. Kendati terlihat nyeleneh, konsekuensinya berpotensi memengaruhi nama baik tim hingga aturan resmi.






